July 29, 2019

Jackie Chan terlibat Maiyah

 


Mungkin judul dalam tulisan ini agak sedikit berlebihan dan mungkin memantik semacam nyinyiran. Tunggu, biar saya selesaikan terlebih dahulu tulisan ini.

Pada bulan Ramadhan kemarin tepatnya tanggal 21 Mei 2019 pukul 19.11 menjelang sholat tarawih telepon pintar (smartphone) saya berbunyi tanda ada notifikasi masuk. Benar saja setelah saya tengok itu gawai, ternyata terdapat pesan masuk di surat elektronik (e-mail). Betapa terkejutnya saat itu, meskipun belum saya baca seluruhnya isi email tersebut. Bagaimana saya tidak bungah, dari judul email-nya saja sudah tertulis seperti ini “Congratulations! You're one of the lucky fans to attend the 2019 JC Fan Club Tour”.

Isi email tersebut seperti ini:

Dear Bentar,
Thank you for your patience!
We’ve finally obtained a confirmed date from event organizers for the fan club tour.
We can now officially announce that the “2019 Jackie Chan International Fan Club Gathering and Tour of Datong Action Film Week” (hereinafter referred to as the “fan club tour”) is set for: July 23 – July 28, 2019
And….. Congratulations!...
We’re pleased to inform you that you’re one of the lucky fans drawn from the lucky draw to attend the 2019 fan club tour in China!

Sebagai informasi, dari judul tulisan ini saja sudah jelas. Saya adalah penggemar berat Jackie Chan sejak kecil bahkan saya punya koleksi hampir seluruh film-filmnya dari jaman Bapak-Ibumu belum ketemu sampai film terbaru. Saya punya, mau? Ke sini lah bawa hardsik eksternal, tak kasih semua.

Oke saya lanjut ceritanya. Jadi, Jackie Chan sering mengadakan acara untuk temu kumpul atau Bahasa anak sekarang ya semacam kopdar gitu lah. Khusus untuk tahun ini Jackie Chan menggabungkan 2 acara sekaligus, yaitu Jackie Chan International Fans Club Tour 2019 & 5th Annual Jackie Chan International Action Film Week.
Logo acara Jackie Chan Fans Club

Acara besarnya adalah 5th Annual Jackie Chan International Action Film Week bertempat di Datong, Shanxi China. Ini merupakan acara yang diprakarsai oleh Jackie Chan untuk menghargai dan menghormati para pembuat film yang telah berkontribusi untuk film-film aksi (action) di seluruh dunia. Juga menghargai kepada seluruh stuntman (pemeran pengganti) yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk industri film khususnya film aksi. Kalau di Indonesia semacam anugerah insan perfilman.

 Beberapa poster

Perhelatan tahunan tersebut diselenggarakan dari tanggal 21 – 27 Juli 2019, mulai dari mengunjungi Jackie Chan International Stunt Team Training Centre di Beijing, acara Opening Ceremony, The World Fans Carnival hingga puncak acara penganugerahan Jackie Chan International Action Film Week. Sebagai informasi tambahan, ada film dari Indonesia yang beruntung masuk dan lolos seleksi dalam acara tersebut. Adalah film “Hit & Run”, film dengan genre komedi-aksi ini dibintangi oleh Joe Taslim dan sederet artis lainnya.

Serangkaian acara Jackie Chan International Film Week

Selama acara di sana, seluruh fans yang beruntung mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut akan diajak mengikuti beberapa agenda kegiatan. Jackie Chan menanggung seluruh akomodasi selama 1 minggu di China. Fans cukup menyediakan tiket perjalanan pergi–pulang dari tempat asal menuju tempat tujuan.

Sejak menerima email dari staff-nya Jackie Chan saya berkomunikasi intensif, mulai apakah ini benar-benar nyata atau email spam saja. Tapi ternyata ini adalah berita BENAR, bukan HOAX. Terbukti saat saya kontak ke sana, mereka langsung responsive menjawab pertanyaan seputar informasi acara Jackie Chan. Bahkan saya diberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari isi formulir hingga surat pernyataan. Ditanyakan pula, ukuran baju, sepatu, alergi makanan atau tidak, dlsb. Asyik kan?

Hingga akhirnya saya dihubungi oleh pihak biro agen perjalanan (Tour Group Company) yang sudah ditunjuk langsung oleh Jackie Chan untuk mengurusi para fans di seluruh dunia yang diundang. Pihak biro agen perjalanan tersebut memberikan detail acara selama di sana (Beijing – Datong), surat undangan hingga tiket khusus untuk para fans diberikan melalui aplikasi khusus dan hanya fans yang tertera namanya yang dapat mengaksesnya.

Tiket masuk untuk fans terpilih

Setelah saya check and re-check akan kebenaran informasi tersebut, barulah saya yakin bahwa ini memang benar adanya. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengurus paspor dan juga Visa. Ini pengalaman pertama ke luar negeri luuuurrr….jadi bersemangat banget nih.
Singkat cerita seluruh dokumen-dokumen pendukung guna bepergian ke China sudah siap, Visa juga langsung approve (diterima). Tinggal beli tiket pesawat saja.

Lalu apa hubungannya Jackie Chan dengan Maiyah? Apa korelasinya?

Kabar bahwa saya mendapatkan undangan dari Jackie Chan langsung terdengar oleh istri dan orang tua. Semuanya seakan tidak percaya dan terkejut mendengar berita ini, namun saat saya ceritakan akhirnya mereka percaya dan sangat bergembira. Istri dan orang tua sangat mendukung saya untuk berangkat memenuhi undangan tersebut. Itu saya buktikan dengan mengurus paspor dan juga visa.

Di saat yang sama, saat mendapati kabar bahwa saya mendapat undangan dari Jackie Chan – Ibu saya sedang menderita sakit dan didiagnosa kanker serviks stadium 3B. Saat ini sedang menjalani proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Dokter mengatakan bahwa Ibu saya harus segera ditangani dengan kemoterapi dan radioterapi. Semuanya terkejut bahkan hingga kini saya belum memberitahu bahwa Ibu terkena serangan kanker. Untuk menghentikan sel-sel kanker supaya tidak menyebar, dokter menyarankan untuk dilakukan terapi sinar luar sebanyak 25 kali dan 3 kali sinar dalam serta 2 kali kemoterapi. Untungnya hanya kemo ringan dan tidak mengakibatkan rambut rontok atau bahkan botak.

Bisa dilihat durasi berapa kali kemo dan sinar baik sinar luar maupun sinar dalam. Proses terapi sinar dilakukan setiap hari dari Senin hingga Jumat. Dari situ saya sebagai anak, harus melakukan pendampingan selama proses rawat jalan hingga rawat inap. Meski begitu Bapak Ibu saya tetap mendukung untuk berangkat ke China.

Teringat 2 (dua) dawuh Kanjeng Nabi yang coba saya renungkan yaitu; “Kejarlah ilmu hingga ke negeri China” dan “Kepada siapakah hendaknya kita menghormati (berbakti) seseorang? Kanjeng Nabi menjawab, Ibumu, Ibumu, Ibumu baru kemudian Bapakmu”. Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW mengingatkan pada kondisi saya yang sedang terjadi saat ini.

Menjelang beberapa hari keberangkatan ke China, saya putuskan untuk membatalkannya! Kanjeng Nabi SAW, menyebut kata IBU hingga tiga kali. Sebegitu prioritasnya seorang Ibu, itu yang menjadi pertimbangan saya untuk membatalkan niatan pergi ke Beijing, China.

Saya juga teringat 3 pesan Mbah Nun, bahwa adakalanya kamu harus mengambil keputusan yang radikal. Berani ambil keputusan disaat-saat yang memang harus segera diputuskan saat itu juga. Berkah Maiyah selama ini membekas pada kehidupan saya.

Kemudian teringat pula pesan Mbah Nun berikutnya, apa hebatnya melakukan/mengerjakan hal-hal yang kamu sukai? Hebat itu, ketika berani mengatakan ‘iya’ kepada hal-hal yang ‘tidak’. Apa hebatnya hanya sekedar mau melakukan hal-hal yang sangat ‘iya’ bagimu?

Ada juga pesan lain dari Mbah Nun adalah ketika beliau membabar surat Al-Insyirah, beliau menekankan bahwa “Sesungguhnya BERSAMA kesulitan ada kemudahan, dan sesungguhnya BERSAMA kesulitan ada kemudahan”. Tidak seperti pada kebanyakan orang memaknai dengan kata-kata setelah kesulitan ada kemudahan. Mbah Nun mengajak kita untuk men-tadabburi surat Al-Insyirah tersebut dengan idiom “bersama kesulitan ada kemudahan, BUKAN setelah kesulitan ada kemudahan”. Karena Allah SWT sudah menyediakan itu semuanya secara bersamaan.

Pesan itu membekas sekali dan berdampak pada pengambilan keputusan saya. Yakni memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan langka ini. Jika boleh mengatakan, kesempatan ini adalah sangat langka. Bahkan mungkin saja, saya adalah salah satu fans di seluruh dunia dan satu-satunya fans dari Indonesia yang beruntung diundang oleh Jackie Chan.

Istri, Bapak –Ibu bahkan teman-teman dari tempat saya bekerja paham betul, saya penggemar beratnya Jackie Chan. Namun saya putuskan untuk mengatakan ‘tidak’ terhadap yang seharusnya sangat ‘iya’ bagi saya selama ini. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada Mbah Nun atas percikan-percikan ilmunya selama ini.
Akhirnya saya memohon doa kepada sedulur-dulur semua untuk kesembuhan Ibu saya. Kabar baiknya adalah hingga tulisan ini diturunkan, Ibu saya sudah menjalani program sinar luar sebanyak 25 kali dan kemoterapi ringan hanya 2 kali. Sudah mulai ada kemajuan yang lebih baik. Sisanya masih ada 3 kali program sinar dalam untuk dijalani. Sesuai anjuran dokter ini adalah program pungkasan.

Kami semua bersyukur atas ‘nikmat’ sakit yang dianugerhakan kepada Ibu saya. Banyak sekali pembelajaran yang bisa kami petik dan hikmahi. Semoga Allah SWT segera angkat penyakit Ibu saya dan seluruh pembaca yang Budiman semoga senantiasa diberikan sehat dan panjang umur serta bermanfaat bagi sesama.

Jackie Chan-pun terlibat Maiyah.

Semarang, 26 Juli 2019

    Choose :
  • OR
  • To comment
No comments:
Write comments

Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini