January 3, 2008

GANTI-GANTI KURIKULUM capeee... dehhh!!!!


Oleh

BENTAR SAPUTRO

Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan S1

Universitas Negeri Semarang

Sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah lepas dari kurikulum. Tanpa adanya kurikulum, sistem pendidikan tentu tidak akan berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran. Karena kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Di Indonesia banyak sekali kurikulum yang sudah dipakai, yakni ada kurikulum tahun 1975, 1987, 1994, kurikulum berbasis kompetensi (KBK), hingga kini yang digunakan adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Banyak asumsi yang dari masyarakat maupun dari guru-guru yang mengeluhkan tentan kurikulum tersebut yang sering gonta-ganti. Ada yang menyebut ‘tiap tahun ganti kurikulum’ dan ada pula yang mengatakan bahwa ‘tiap ganti Menteri pasti ganti kurikulum’. Mereka beranggapan bahwa kurikulum yang sebelumnya saja belum dapat berjalan dengan maksimal dan ganti kurikulum itu sendiri bukan merupakan jaminan meningkatnya kualitas pendidikan kita, akan tetapi Pemerintah telah menyatakan perubahan kurikulum. Masyarakat menilai Pemerintah belum dapat bekerja dengan baik khususnya dalam menangani pendidikan di Indonesia, walaupun sebenarnya Pemerintah sendiri telah berusaha untuk membenahi pendidikan secara maksimal.

Anggapan yang menyatakan bahwa ‘tiap tahun ganti kurikulum’ atau ‘tiap ganti Menteri ganti kurikulum’ itu sebenarnya anggapan mereka yang awam karena tidak mengetahui seluk-beluk kurikulum itu sendiri. Salah satu Staf Ahli Pengembang Kurikulum dari Pusat Kurikulum (Puskur) Jakarta di bawah Balitbang Depdiknas menjelaskan mengenai anggapan tentang seringnya kurikulum yang terus ganti, beliau memberikan penjelasan bahwa kurikulum itu sebenarnya tidak diganti dan menyangkal bahwa tiap tahun ganti kurikulum / tiap ganti Menteri ganti kurikulum. “Kurikulum itu sebenarnya tidak diganti / diubah akan tetapi sedang di evaluasi dalam rangka penyempurnaan terhadap kurikulum-kurikulum sebelumnya, karena kurikulum pada hakekatnya harus memenuh kebutuhan masayarakat dengan menyesuaikan perkembangan jaman”. Hal itu diungkapkan kepada mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES pada saat kegiatan KKL.

Pendidikan di Indonesia sekarang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan atau dikenal KTSP tapi banyak juga yang memelesetkan KaTeSiaPe. Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada para guru-guru dan kepala sekolah untuk dapat mengembangkan kurikulum yang sudah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sesuai dengan keadaan sekolah masing-masing. KTPS adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No.19 Tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI (Standar Isi) dan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Selain itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.


    Choose :
  • OR
  • To comment
No comments:
Write comments

Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini